My Pages

Saturday, July 28, 2012

Pengalaman Tes AFS Tahap 1 - 3

Gedung STIE MALANG
Date     : 2008s
About   : Jalan ke luar negeri gratis
    Ternyata mudah kawan! Bisa bersekolah di luar negeri gratis.
    Awal aku mengikuti dan mendaftarkan diri beasiswa AFS (Lembaga yang menyediakan lembaga yang memfasilitasi siswa-siswi untuk melakukan pertukaran pelajar, hingga ke Eropa dan Amerika)
Dan saatnya aku untuk memanfaatkan kesempatan ini, bersiap-siap untuk ke luar negeri. Iri terhadap kerabat yang berprestasi tinggi membuat aku semangat untuk berprestasi pula, tak lain aku lakukan hal ini to make my parents happy.
Mr. Muzammil, yang ketika itu masih menjabat sebagai direktur LPBA (Lembaga pengembangan Bahasa Asing) di Al-Yasini, Mei 2008 secara tiba-tiba masuk kelas (XA) membawa satu paket formulir pendaftaran beasiswa program AFS, Mr. Muzammil presentasi dan memberi banyak aku dan teman-teman yanglain motivasi untuk bisa jadi salah satu duta Indonesia yang dikirim ke luar negeri sesuai dengan negera tujuan yang dipilih.
Wah .... serius sekali aku mendengarkan keterangan Mr. Muzammil. Singkat cerita “Bagi yang berminat untuk ikut beasiswa AFS harap ke kantor!” dan aku telah dapatkan formulirnya, Bismillahirrahman Nirrahim, dengan antusias aku mengisi lengkap formulir itu.
Ada masalah pada formulir rekomendasi dari orang tua karena orang tua tak memberi ijin untuk ikut program ini. Alasannya (Karena ketika itu semua peserta harus mengikuti program YES yang satu tahun di Amerika) jadi mereka keberatan melepaskan anaknya hidup sendiri di negeri orang walaupun sesungguhnya sudah disiapkan orang tua angkat yang mengurus dan membantu kita hidup bahagia disana. Kecewa, tapi tak menutup kemungkinan aku untuk menyerah begitu saja, karena aku ingin benar-benar dapatkan apa yang aku inginkan tak lain pula aku lakukan ini untuk orang tua, guru-guru, sekolah dan teman-teman semuanya.
Tiap kali aku menyuruh orang tua mengisi surat rekomendasi, tiga kali ditolak, dan Alhamdulillah akhirnya hati orang tua luluh dan mengijinkan aku mengikuti beasiswa ini. Formulir rekomendasi terisi lengkap. Semua data yang dibutuhkan dalam formulir selesai, dikumpulkan ke kantor dan di post ke kantor Bina Antarbudaya Chapter Malang untuk penyeleksian peserta.
Tanggal 09 Mei 2010 adalah tes tahap pertama yanag dilaksanakan di STIE KUCICWARA MALANG, dengan peserta 41 siswa/i dari Al-Yasini. Pada tes tahap pertama ini sistemnya written exam dan yang diujikan adalah Ilmu pengetahuan umum, Bahasa Inggris dan Essay Bahasa Indonesia yang topik serta judulnya telah ditentukan oleh pihak penguji. Banyak persiapan sebelum hari H untuk  mendapatkan hasil yang memuaskan dan bisa lulus di tahap awal ini seperti aku banyak membaca surat kabar, karena aku mondok tentu aku dapatkan surat kabar tersebut dari perpustakaan dan kantor sekolah, kemudian pengetahuan tentang budaya Indonesia dan budaya negara luar yang aku baca dari RPUL dan bantuan Mbak. Qomariyah, kakak kelasku di SMA AL-YASINI KRATON. Berkat dia aku bisa sedikit mendapatkan pengetahuan tentang Negara luar. Terima kasih Mbak. Qom. Menghubungi Miss. Adibah dan menanyakan bagaimana pengalamannya ketika mengikuti beasiswa ini termasuk dari usahaku untuk bisa mendapatkan persiapkan yang matang. Aku dan peserta yang lain dari Al-Yasini berangkat bareng-bareng naik bus mini yang dibagi menjadi dua. Pukul 08:00 WIB harus berada di ruang tes, tapi sayang aku dan teman-teman telat beberapa menit dari waktu yamg telah ditentukan. Dan we are ready to do the test. Aku merasa puas karena telah mengerjakan soal dengan rasa PD bahwa hasilnya akan baik dan memuaskan, apalagi ketika meng “essay” topic yang aku ambil adalah yang sesuai dengan pengalaman dan perasaanku, aku luapkan segala perasaan tentang aku, cita-citaku dan bagaimana aku memulai kesuksesanku lewat AFS ini, aku yakinkan diriku dalam tulisanku dan berharap corrector bisa memahami apa yang aku ingini lewat essay yang aku tulis dan bisa menerima ku sebagai AFSer berikutnya.
Tiga tahap jenis ujian dalam tahap awal ini dan Alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan baik. Hanya yakin saja bahwa aku bisa lulus untuk tahap berikutnya. Sebelum kembali ke Pondok rombongan dari Al-Yasini ini jalan-jalan and shopping di MATOS (Malang Town Square) dan syarat untuk masuk ke sana harus tidak boleh memakai seragam dan untungnya teman-teman bawa pakaian ganti, so let’s come in and waste our money to get fun.
Menunggu pengumuman kelulusan dua minggu, berdo’a dan yakin semoga lulus. Tepatnya hari jum’at, 03 Juni 2010 pengumuman untut tahap berikutnya jam 10 di gedung MA AL-YASINI (sekarang MAN KRATON), Aku takut tapi aku percaya 100% bahwa aku akan lanjut ke tahap berikutnya. Ketika Mr. Muzammil pengumuman hasilnya aku tak ikut serta bersama teman-teman malah aku menunggunya di gedung atas yang ketika itu ada rapat GENIUS (Alumni MTs Al-Yasini). Setelah lama menunggu aku mendengar bahwa dari 41 peserta hanya 10 peserta yang lulus. Dan ternyata aku adalah salah satu dari 10 peserta yang lulus untuk tahap berikutnya. Alhamdulillah.
Dua hari menjelang tes tahap ke-dua, tahap kedua ini adalah wawancara tentang kepribadian dan conversation bahasa inggris. Hari sabtu, sebelum hari H, aku dan teman-teman diberi special training oleh Mr. Muzammil tentang bagaimana ketika menjawab pertanyaan dari penguji dan apa saja pertanyaan yang biasa ditanyakan. Dan 10 peserta itu adalah Robithotul Izzah, Nita Novita Trisna, Syarifatul Aliyah, Najiatul Iswah, Luluk, Nur Hayati, Faizah, and myself.
Yakin dan do’a tak pernah aku lupakan
Berangkat menuju Malang untuk tes tahap kedua, season wawancara santai sekali, seakan suasana ujian aku gunakan untuk ngobrol dan curhat gitu dengan pengujinya. Awalnya takut and deg-gegan tapi terrnyata santai banget !!! Nah … Selanjutnya di tahap wawancara bahasa inggris, pengujinya alumni Al-yasini (Kak. Hasan) dan penguji satunya dari performance wajahnya baik so, gampang juga di tahap wawancara bahasa inggris ini. Agak deg-degan juga tahu gak kenapa? Karena ada satu pertanyaan yang aku jawab apa adanya maksudnya tidak sesuai dengan kenyataan. Memang sih salah satu penguji tidak tahu kapan dan berapa kali di pondok liburan tapi masalahnya penguji satunya adalah alumni di pondok Al-Yasini. Tapi …. Tenang semuanya beres dan sukses. Dan finally, aku dan lima peserta lainya yang dari Al-Yasini dinyatakan lulus ke tahap ketiga. Alhamdulillah ….
20 Juni 2010, aku mengikuti tes tahap 3 di tempat biasa. Pada tahap ini yang diuji adalah tentang kekreatifan dalam membuat sebuah karya seni 3 Dimensi. Harus merelakan untuk tidak mengikuti acara wisuda tapi Alhamdulillah …. Karena acara wisudanya dimajukan hari sabtu, 19 juni 2010 so bisa ikut juga dech acaranya. Seperti biasa sebelum hari H, ada special training tentang bagaimana membuat kreasi. Dan Alhamdulillah apa yang telah diajarkan ketika training dapat aku aplikasikan ketika tes yang salah satunya adalah membuat burung dari kertas lipat. Tes tahap 3 dimulai. Sebelum masuk ruang tes dan sambil menunggu peserta yang sedang di dalam ruangan selesai, lima peserta di kelompok berkenalan dan talking everything. Aku tak merasakan hal-hal yang sulit bahkan diriku sangat santai dan percaya diri. Pengujinya banyak dan mungkin sudah senior. Tapi santai … dan kini saatnya untuk bekerja keras untuk membuat sebuah kreasi dari bahan yang telah disediakan. Entah aku juga tidak tahu tiba-tiba diriku bisa menjadi leader di kelompokku. Berkat optimism-ku seketika itu setelah melihat bahan yang terbatas, tiba-tiba muncul ide untuk membuat sebuah kreasi yang berawal dari kertas lipat yang akan dilipat-lipat sehingga menjadi burung. Kalau ada burung berarti harus ada sarang, anak-anaknya dan perangkatnya. Dan Alhamdulillah bekerja dengan lancar dan teman-temanku yang lain juga bisa menerima ideku mereka pun mau saja aku suruh mengerjakan dan membuat karya yang lainnya, yah … tujuan tidak lain lagi supaya cepat selesai dan hasilnya juga sempurna. Aku tak mempedulikan para penguji yang hanya berkeliling sambil melihat kelompokku yang diuji bagaimana mereka bisa bekerja sama unutk membuat sebuah kreasi. Akhirnya selesai juga, dan tahu gak? Hasil kreasinya harus dipresentasikan. Eh … untungnya yang menjadi main character dari hasil kreasi ini adalah burung jadi filosofinya adalah manusia sama halnya dengan burung dengan dua sayap yang dengan sayap-sayap tersebut manusia bisa terbang bebas kemana saja untuk mendapatkan dan menggapai cita-citanya. Gak nyangka deh! kalau aku bisa menjadi leader. Itung-itung buat nambah poin. Terima kasih Ya Allah.
Menunggu hasil kelulusan tahap tiga sangatlah lama hampir sebulan dan bahkan lebih. Karena terlalu lama, tak terasa juga aku sudah berada di kelas XII SMA. Ibu Yuni (Waka Kurikulum di sekolahku) memberiku ucapan selamat bahwa aku satu-satunya siswi dari Al-Yasini yang lulus ke tahap akhir/nasional. Alhamdulillah!
Malu-malu banget … ketika ada briefing di UB Malang dari seluruh peserta yang lulus hanya aku yang tidak mempunyai alamat E-Mail. Kakak pembinanyapun memanggilku dan menanyakan “Gak punya alamat E-Mail ya?, Kenapa tidak buat?, Segera buat, karena dengan E-Mail kamu bisa berhubungan dan menghubungi calon orang tua angkatmu” Ya … Ampun! Waktu itu memang aku masih katrok banget masalah internet dan aku suruh Miss. Jazil untuk membuatkan aku E-Mail (hidayati_16@yahoo.com) sampai sekarang masih awet dan langgeng. Terima kasih Miss …. [Angka 16 karena umurku masih 16 tahun ketika E-Mail dibuat]
Beberapa persiapan sebelum keberangkatan ke Amerika telah aku persiapkan sejak dini namun agak lola ketika aku mengisi form kesehatan karena ternyata kesehatanku tidak baik. Ketika check up dokter said that aku mempunyai penyakit paru-paru TBC so dokter tidak bisa dan tidak berani menandatangani form kesehatan. Tapi katanya bisa bila mengikuti periksa jalan hingga aku benar-benar sembuh dalam jangka waktu 6 bulan. Tetap aku kirim berkas-berkas dan form-form tapi sayang kabarnya telat tanggal dan waktu pengirimannya.
Berbulan-bulan tak ada kabar mengenai beasiswa ini dan diriku juga tak begitu memperduli tapi batinku selalu berkata bahwa aku bisa pergi ke luar negeri sebelum aku lulus SMA. Hemm… Memang sudah targetku. Bulan Agustus 2011 aku dinyatakan lulus tapi bukan program YES melainkan aku dialihkan ke program JENESYS. Awalnya aku tak percaya tapi ini memang nyata.
Ya Ampun… aku tak bisa berkata apa-apa, yang ada hanyalah bahagia, senang dan bersyukur. Finally, walaupun gagal pergi ke Amerika tapi sebagai gantinya adalah negara sakura, Jepang. Terima kasih semuanya sehingga aku bisa pergi ke Luar negeri dalam usia 17 tahun dengan biaya gratis untuk yang pertama kali. Inilah berkat kerja keras, usaha, do’a, strong desire dan keyakinanku to reach what I want. Alhamdulillah ….

Saturday, July 21, 2012
Putri Nurul Hidayati
(In my lovely private bedroom)

2 komentar:

nindi said...

Kalau mau ikut afs harus pinter gak? Saya banyak baca, tetapi kalau pelajaran sekolah saya tergolong biasa-biasa saja...:/

Phu3's Noto (Putri N. Hidayati) said...

Bukan yang kuat, cerdas, genius dan hebat akan menjadi pemenang tapi mereka yang mempunyai keyakinan kuat, usaha dan strategi super.

"Study and pray then let Allah do the rest"
Good Luck for you. Saya percaya Anda bisa bila Anda mau untuk meraihnya
Love you, Nindi